Sabtu, 01 Maret 2014

Tugas



Bahasa vickynisasi muncul pertama kali melalui jejaring sosial. Dimulai dari seseorang yang begitu lancarnya mengucapkan bahasa Indonesia dengan kesalahan yang sangat fatal.
Namun karna bahasa vickynisasi lucu dan tidak beraturan pengucapan dan maknanya,akhirnya di jadikan bahan ejekan oleh masyarakat. Melalui ejekan-ejekan itu,akhirnya masyarakat terbiasa ole ejekannya,secara tidak langsung akhirnya merusak bahasa iIndonesia menurut EYD.
Disisi positifnya, dari kejadian ini maka terlihatlah masyarakat yang kreatif dengan ciptaan kosa kata baru .
Contoh:
1.      Kaya : Superioritas kemmakmuran
2.      Keramas : Sterilisasi rambut
3.      Upah : kristalisasi keringat
4.      Statusisasi kemakmuran : Proses penentuan status kekayaan seseorang
5.      Membaca: Interpretasi himpunan abjad
6.      Mengaji : Harmonisasi hati
7.      Miskin : Ketidak mampuan ekonomikal secara absolute
8.      Mandi : Waterisai ragawi, dll.

Bahasa alay itu adalah variasi bahasa yang muncul karena adanya komunitas anak-anak remaja/muda. Alay adalah singkatan dari Anak layangan, Alah lebay, Anak layu atau Anak kelayapan yang menghubungkannya dengan anak jarpul (Jarang Pulang).. Dominannya, istilah ini menggambarkan anak yang menganggap dirinya keren secara gaya busananya. Alay adalah gejala yang dialami pemuda dan pemudi bangsa Indonesia, yang ingin diakui statusnya di antara teman-temannya. Gejala ini akan mengubah gaya tulisan, dan gaya berpakaian mereka.
Istilah alay hadir setelah di facebook (Jejaring social) semakin marak penggunaan bahasa tulis yang tak sesuai kaidah bahasa Indonesia oleh remaja. Hingga kini belum ada definisi yang pasti tentang istilah ini, namun bahasa ini kerap dipakai untuk menunjuk bahasa tulis. Dalam bahasa alay bukan bunyi yang dipentingkan tapi variasi tulisan
Cirri-ciri bahasa Alay diantaranya:
1. Menggunakan angka untuk menggantikan huruf. Contoh: “t3m4n, b350k k1t4 p3r91 yuuk”.
2. Kapitalisasi yang sangat berantakkan. Contoh:”tEmAn, bEsOk kItA pErGi YuUuK”.
3. Menambahkan “x” atau “z” pada akhiran kata atau mengganti beberapa huruf seperti “s” dengan dua huruf tersebut dan menyelipkan huruf-huruf yang tidak perlu serta merusak EYD atau setidaknya bahasa yang masih bisa dibaca. Mengganti huruf “s” dengan “c” sehingga seperti balita berbicara. Contoh: “nanti Aq xmx kamyu deeech”, “xory ya, becok aQ gx bica ikut”.

Dampak positif dengan digunakannya bahasa Alay adalah remaja menjadi lebih kreatif. Terlepas dari menganggu atau tidaknya bahasa Alay ini, tidak ada salahnya kita menikmati tiap perubahan atau inovasi bahasa yang muncul. Asalkan dipakai pada situasi yang tepat, media yang tepat dan komunikan yang tepat juga.

Sedangkan dampak negatifnya adalah penggunaan bahasa Alay dapat mempersulit penggunanya untuk berbaha Indonesia dengan baik dan benar. Padahal di sekolah atau di tempat kerja, kita diharuskan untuk selalu menggunakan bahasa yang baik dan benar. Tidak mungkin jika pekerjaan rumah, ulangan atau tugas sekolah dikerjakan dengan menggunakan bahasa Alay. Karena, bahasa Alay tidak masuk ke dalam tatanan bahasa akademis. Begitu juga di kantor, laporan yang kita buat tidak diperkanakan menggunakan bahasa Alay. Jadi, ketika situasi kita dalam situasi yang formal jangan menggunakan bahasa Alay sebagai komunikasi.

Dampak negatif lainnya, bahasa Alay dapat mengganggu siapapun yang membaca dan mendengar kata-kata yang termaksud di dalamnya. Karena, tidak semua orang mengerti akan maksud dari kata-kata Alay tersebut. Terlebih lagi dalam bentuk tulisan, sangat memusingkan dan memerlukan waktu yang lebih banyak untuk memahaminya.


Bahasa prokem merupakan salah satu cabang dari bahasa Indonesia sebagai bahasa dalam pergaulan anak-anak remaja. Istilah ini muncul pada akhir tahun 1980-an. Pada saat itu ia dikenal sebagai 'bahasanya para bajingan atau anak jalanan disebabkan arti kata prokem dalam pergaulan sebagai preman.
Saat ini bahasa prokem telah banyak terasimilasi dan menjadi umum digunakan sebagai bentuk percakapan sehari-hari dalam pergaulan di lingkungan sosial bahkan dalam media-media populer seperti TV, radio, dunia perfilman nasional, dan seringkali pula digunakan dalam bentuk pengumuman-pengumuman yang ditujukan untuk kalangan remaja oleh majalah-majalah remaja populer. Karena jamaknya, kadang-kadang dapat disimpulkan bahasa prokem adalah bahasa utama yang digunakan untuk komunikasi verbal oleh setiap orang dalam kehidupan sehari-hari, kecuali untuk keperluan formal. Karenanya akan menjadi terasa 'aneh' untuk berkomunikasi secara verbal dengan orang lain menggunakan bahasa Indonesia formal.
Beberapa contoh bahasa Prokem:
Bahasa Indonesia
Bahasa Prokem (informal)
Aku,Saya
Gua, Gue, Gw
Tidak
Enggak
Norak/Udik
kamseupay
Kamu
Elu, lo
Memang benar!
Emang bener!
Penatlah!
Cape deh!

Bahasa prokem bukanlah bahasa Indonesia resmi meskipun bahasa ini digunakan secara luas dalam percakapan verbal dalam kehidupan sehari-hari.Banyak orang asing yang belajar Bahasa Indonesia merasa bingung saat mereka berbicara langsung dengan orang Indonesia asli, karena Bahasa yang mereka pakai adalah formal, sedangkan kebanyakan orang Indonesia berbicara dengan bahasa daerahnya masing-masing atau juga menggunakan bahasa prokem,itu adalah dampak/pengaruh paling negatif.
Masyarakat Indonesia kadang juga lebih suka dan bangga menggunakan bahasa asing dari pada bahasanya sendiri, karna mungkin masyarakat Indonesia berpendapat bahwa bahasa asing itu mengikuti zaman , keren dan lebih di terima di lingkungan bermasyarakat. Namun, mereka tidak memikirkan pengaruh negatifnya terhadap bahasa kita sendiri yaitu bahasa Indonesia menurut EYD.
Banyak sekali kata-kata yang menjadi kuno atau pun usang disebabkan kecenderungan dan perkembangan zaman. Sehingga penggunaan bahasa Indonesia yang benar sekarang jarang di temukan di lingkungan masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar